Sabtu, 12 November 2016

Warung Kopi, Bisnis Yang Tak Pernah Mati




“I like to sit down, relax, have a cup of coffee on the terrace and read a book. I like to travel the world - and I'm lucky to see so much through cycling. (Marianne Vos)”

Terus terang, saya bukanlah seorang penikmat kopi kelas berat. Jika harus memilih antara secangkir kopi panas atau cokelat panas, maka saya akan memilih yang terakhir. Namun, sesekali saya tetap kok menikmati kopi di saat-saat tertentu, meski belum sampai taraf mencandu. 

Berbicara soal kopi, saat ini banyak sekali bertebaran café atau warung kopi baik dari yang kelas bawah sampai ke kelas atas. Berbicara bisnis warung kopi atau café kopi, tentunya sangat menarik sekali. Karena, bisnis ini nyaris nggak pernah ada matinya. Selama hidupnya, para penikmat kopi pasti akan selalu mencari dan membutuhkan tempat-tempat minum kopi sambil “ngariung” alias kumpul bareng keluarga atau teman-teman. Tak hanya itu, yang nggak hobi minum kopi pun pasti suka juga mampir ke café, sekadar memesan segelas Jus buah dan sepiring kudapan.

Itu yang saya alami. Saya hobi banget nongkrong sendirian sambil buka laptop dan menulis di tempat-tempat yang nyaman seperti café atau warung kopi. Yang penting bagi saya, ada colokan, tempat duduknya nyaman, suasananya nggak terlalu ramai, itulah surga saya saat menulis. 

Salah satu cafe kopi favorit saya, Maeta Coffee, di Bandung


Oh iya, saya juga pernah buka café alias warung kopi kecil-kecilan nun di daerah Majalengka sana. Saat itu, karena belum paham dunia kuliner (Cuma karena sangat hobi masak) dan belum mengerti berbisnis dengan baik dan benar, saya mengeluarkan banyak modal yang ternyata nggak tepat peruntukannya. Lebih kurang 40 juta yang saya yang saat itu di tahun 2010 saya pakai untuk modal membuka warung kopi kecil di sana. Pengunjungnya sih lumayan ramai. Omzetnya juga. Hanya saja, kemudian ada masalah intern di mana akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan usaha saya itu dan kembali ke Bandung. 40 juta pun melayang.

Sampai saat ini, keinginan untuk membuka kembali usaha yang sama masih kencang bertalutalu di dada, jiaaaah. Cita-cita saya, ingin membuka kedai kopi yang hommy, ada banyak buku bacaannya, ada mini stage di mana teman-teman musisi terutama musisi Bandung, bebas berekspresi di sana. Juga bisa dipakai untuk menjadi tempat nongkrong paling nyaman buat komunitas-komunitas yang ada. Free wifi dengan internetan super cepat, colokan di mana-mana, makanan dan minumannya jelas enak dan murah pastinya. Wuiih, itu mah bakal jadi tempat bermain saya tiap hari kalau sampai terwujud!

Hmm, Menggoda sekali, Ngopi Sambil Santai di Warung Kopi Bareng Para Sahabat


Tapi apa saja sih yang harus saya persiapkan supaya pengalaman di masa lalu di mana puluhan juta rupiah terbuang tanpa ada hasilnya tidak terjadi lagi? Bagaimana caranya supaya saya bisa mewujudkan mimpi saya itu dengan investasi yang modalnya kecil?

Berikut, saya mau berbagi tips berinvestasi modal kecil untuk membuka café atau warung kopi.

1.    Tempat yang Strategis

Posisi, menentukan prestasi. Begitu jargon yang biasa beredar di masyarakat. Begitu juga dengan warung kopi. Tempatnya tidak harus besar, yang penting strategis, nyaman, dan pastinya mudah diakses oleh siapa saja dari mana saja. Malah, terkadang tempat yang kecil justru bisa menghadirkan kehangatan dan suasana kekeluargaan.

2.    Tempat Duduk yang Nyaman
Ketika orang datang ke warung kopi, mereka bukan hanya ingin membeli kopi, meminum sampai habis dan kemudian pulang. Biasanya, mereka akan berlama-lama di sana, sambil mengobrol, diskusi, atau sekadar menghabiskan waktu duduk-duduk sambil mendengarkan musik yang easy listening. Jadi sediakanlah tempat duduk yang nyaman agar pengunjung betah berlama-lama di sana dan nantinya bisa makin banyak memesan bukan? Kalau saya, membayangkan nanti di warung kopi yang akan saya buka, tempat duduknya aka nada banyak variasi, selain ada sofa yang nyaman, juga ada lesehan yang dilengkapi bantal-bantal lucu berwarna warni yang empuk, juga ada tempat duduk yang bisa muat banyak orang .. hehe

3.    Barista dan Pelayan yang Ramah
Ingat, service adalah nomor satu. Tak jarang orang malas datang berkunjung ke satu tempat karena pelayanannya tidak ramah, jutek, tanpa basa basi. Terutama jika selera pelanggan diabaikan. Maka, carilah barista dan pelayan yang memang sikapnya ramah, terbuka, dan mau peduli serta memperhatikan orang lain. pilih barista yang benar-benar paham akan kopi sehingga mampu menyuguhkan informasi yang menarik seputar kopi sambil membuatkan pesanan pelanggan. Jasa dan kualitas, harus terus kita pegang.

4.    Alat Penggiling Kopi
Ada banyak jenis alat penggiling kopi unik yang bisa juga jadi nilai jual karena penampilannya akan menarik pelanggan. Juga cara barista menyiapkan kopi akan jadi satu atraksi yang menarik untuk dilihat.

5.    Snack/Makanan Teman Minum Kopi
Rasanya nggak seru ya kalau minum kopi tanpa ditemani camilan-camilan yang enak penggugah selera. Kita bisa menyediakan menu ringan seperti roti bakar, pisang goreng, kacang, sandwich atau beberapa makanan ringan lainnya, juga tak ada salahnya jika kita menyediakan beberapa menu makanan berat. Siapa tahu ada pengunjung yang sekalian ingin makanan berat.

Begitulah, sebagian tips yang bisa saya bagikan dari hasil membaca beberapa referensi. Kalau kamu berminat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang investasi modal kecil untuk warung kopi atau untuk bisnis lainnya, bisa intip di sini nih.




Jumat, 16 September 2016

15 FAKTA UNIK MAKAN DI LEGOH




Pecandukuliner.com - Buat kamu para pecandu kuliner, tentunya wisata kulineran asyik di kota Bandung nggak bakal kamu lewatkan begitu aja bukan? Ada banyak  tempat yang menawarkan kulineran unik, asyik dan murah. Salah satunya yang patut diperhitungkan adalah Rumah Makan Legoh yang berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 9, Dago, Bandung. Terus terang, ini salah satu rumah makan di Bandung yang bikin saya selalu ingin datang lagi dan lagi ke sini, yang ~jujur aja~ nggak pernah saya rasakan perasaan seperti itu sebelumnya ke rumah makan lain kecuali pada saat lapar. 

Jadilah saya, saat ini menjadi salah satu dari sekian banyak pelanggan yang ketagihan menikmati beragam menu yang ada di Legoh. Yah, setidaknya dua kali dalam sebulan saya pasti datang ke sana buat menghilangkan dahaga  akan makanan dan minuman favorit kesukaan saya. Memangnya kenapa sih sampai sebegitunya? Nih ya, saya bakal sharing fakta-fakta unik tentang Rumah Makan Legoh yang mungkin belum kamu tahu.

Menyajikan Makanan Khas Manado

Belum banyak orang yang tahu kalau di Legoh ini, terkenal karena spesialisasinya di menu kuliner khas Menado. Kalau kamu suka makanan khas Menado ini, nggak ada salahnya mencatat RM Legoh sebagai salah satu favoritmu. Saya sendiri belum begitu tahu apa saja sih makanan khas Manado itu? Tapi sejak pertama kali bertemu ~ciee~, lidah saya langsung merasa cocok dengan semua rasa yang ada.

Master Chefnya adalah Drummer Band Metal

Bersama Sang Master Chef Leon

Chef Leon, ternyata bukan hanya piawai menggebuk drum, ia juga sangat mahir menggebuk-gebuk daging atau ayam di dapur dan menjadikannya makanan yang lezat untuk dinikmati banyak orang. Oke oke oke, ada yang belum tahu siapa Chef Leon ini? Beliau adalah Drummer Band Metal Indie, KOIL yang sangat terkenal di Indonesia, terutama di Bandung. Rupanya kecintaannya pada dunia kuliner dibuktikan dengan membuka Rumah Makan Legoh dan menjadi Chef yang mengolah semua menu yang ada. Gimana sih rasanya seorang Drummer Metal mengolah dan meramu beragam menu masakan? Jawabannya: ENAAAAK GILA

Nggak Ada Colokan

Ya, ketika saya memutuskan untuk mampir ke sebuah rumah makan, café, atau tempat jajan lainnya, yang pertama kali saya cari adalah colokan listrik. Karena isi ransel unyu saya nyaris 80% diantaranya adalah peralatan “perang” saya sebagai penulis, blogger, dan buzzer. Kalau ada teman yang merekomendasikan tempat nongkrong baru di Bandung, saya pasti bertanya-tanya dulu.

“Neng, kita ke Café anu yuk, tempatnya enak lho …”
“Ada colokan listriknya nggak?”
“Ih, elu mah, kemana-mana yang ditanya colokannya. Tanya makanan atau minumannya dong!”
“Itu mah urusan belakangan. Yang penting ada colokannya nggak?”
“^%#*%*)*&”

Begitulah. Memang pasti kesel menghadapi satu makhluk kayak saya ini. Butuh kesabaran lebih untuk bisa memahami bahwa bagi saya, kuliner enak dan nikmat itu bukan sekadar karena menunya memang luar biasa, melainkan sebuah tempat yang harus juga memfasilitasi pelanggannya dengan sesuatu yang bermanfaat, ya seperti colokan listrik itu misalnya. Bermanfaat banget kan?

Tapiiii, ternyata saya punya pengecualian untuk Legoh ini. Tahu nggak sih, ternyata di Legoh, sama sekali kamu nggak bakal nemuin colokan listrik apapun ada di area makan. Waktu saya tanya kepada karyawan di sana, memang Legoh tidak menyediakan. Apa alasannya? Cukup saya saja yang tahu ya, tapi ternyata saya tetap aja datang dan datang lagi ke Legoh. Ini Fakta, ternyata seorang Lygia yang pecandu colokan listrik akhirnya menyerah juga di Legoh.

Mie Bakso Legoh
Terakhir kali saya ke Legoh beberapa waktu lalu, ada yang menarik perhatian saya, yaitu menu baru yang bikin liur saya nyaris menetes nggak sabar mencicipinya. Menu MIE! Ya, di rumah makan Legoh sekarang ada menu Mie Bakso Pangsit, kamu bisa pilih mau yamin asin atau manis. Ada yang unik dari menu ini yang khas dan nggak ada di penjual mie lain di Bandung. Mienya ditaburi pangsit kering kecil-kecil, jadi pas kita makan, rasanya kriuk-kriuk banget. Konon, mie di Legoh adalah homemade alias  buatan sendiri. Teksturnya kenyal, bentuknya cakep deh, dan rasanya nggak usah ditanya lagi. Yang paling saya suka adalah kuahnya yang bening tapi kaldunya kerasa banget. Duh, sejak suapan pertama saja, saya sudah jatuh hati dan terus terang ini bikin galau. Galau karena nggak kebayang ada berapa menu yang harus saya order tiap ke sana. Ini itu pengen!


Mie Yamin Asin Legoh


Sekarang Halal!

Lho, sekarang halal? Jadi dulu nggak? Well, jadi begini ceritanya. Legoh dulu menyediakan satu menu yang memang tidak halal. Eits, tapi nanti dulu, jangan langsung menjudge bahwa Legoh Haram lho ya. Meskipun menyediakan menu yang tidak halal, tapi semua prosesnya mulai dari proses sampai akhir semuanya dilakukan di dua tempat yang berbeda, dan saya sangat tahu persis hal itu. Mulai dari peralatan mengolah dan memasaknya yang benar-benar berbeda dan dapur memasaknya yang juga terpisah, intinya, sama sekali menu-menu halal di Legoh tidak tercemari oleh menu lainnya yang tidak halal. 

Nah, saat ini, karena masih banyak orang yang masih saja belum mengerti bahwa sejak dulu Legoh memang halal (dan hanya menjual menu-menu tidak halal secara terbatas kepada pelanggan setia dan pengolahannya yang terpisah), akhirnya beberapa waktu lalu, sang owner memutuskan bahwa menu-menu tidak halal di Legoh ditiadakan. Yippieee.. ini berarti sudah tidak perlu ada keraguan apapun lagi bagi teman-teman yang penasaran untuk mencicipi beragam menu lezat di sana. Dengan ditiadakannya menu non halal ini pula, maka ternyata muncul menu baru lainnya yang mengadaptasi dari menu non halal tersebut, yaitu Sapi Cuka. Endesss ternyata. Dari dulu penasaran, kayak gimana sih rasanya menu cuka-cuka itu, ternyata enak ya? Enak ya? Enaaaaaaaak… hihihihi #Ketagihan!

Ownernya adalah ChefBlogger

Nah, tahu nggak sih, kalau Chef Leon itu selain drummer dan Chef handal professional, beliau juga sangat suka menulis? Bareng dengan seorang foodblogger imut cantik yang sangat terkenal di kota Bandung yaitu Ratri Adityarani alias Chibi, Chef Leon rajin menuliskan beragam hal tentang kuliner di blog mereka yaitu www.nyicip.com. Blog yang manis, eye catching, dan bikin orang yang mampir blogwalking ke sana bakal ngiler melihat isi tulisan di blog itu.

Dulunya Cuma Kantin

Konon katanya, Legoh sebelum menjadi seperti sekarang dulunya Cuma sebuah kantin kecil yang kebanyakan pembelinya adalah pengunjung warnet yang ada di dekat situ. Akhirnya, karena makin lama makin ramai, Legoh menjadi berkembang seperti sekarang. Lokasinya yang ada di hoek alias belokan strategis di jalan Sultan Agung, berada di dekat sekolah dan kampus serta ada beberapa distro di sana, membuat pengunjung Legoh membludak setiap harinya, apalagi di jam-jam makan siang. Dijamin, kalau kamu nggak buru-buru ke sana, kamu nggak bakal kebagian tempat di jam makan siang atau akhir minggu, dan harus sabar menunggu. Tapi nggak apa-apa sih, menunggu sesuatu yang layak ditunggu kan?

Toiletnya Unik

Waktu pertama kali ke sini,  seorang sahabat mengingatkan saya, “Nanti kalau ke toilet jangan kaget ya!”. Saya melongo. Emang ada apa dengan toiletnya? Ada hantunya? Jorok? Kotor? Atau ada apanya? Saking penasarannya, akhirnya saya memaksakan diri ke toilet padahal belum pengen pipis #eh. Eh iya lho, toiletnya unik banget. Kamu nggak bakalan nemu sakelar lampu di sini. Gelap dong? Nggak juga sih, karena begitu kamu buka pintu, masuk dan menutup pintunya, otomatis lampu bakal nyala. Begitu kamu keluar, lampu mati sendiri. Hihihi …. Lucu ya?

Cakalang Cabe Hijau yang Jagoan Banget


Ini salah satu menu yang nggak pernah saya lewatkan kalau saya mampir ke Legoh. Cakalang Cabe Hijau yang saya minta tingkat pedesnya level super super mampus. Duh, soal rasanya jangan ditanya lagi ya. Baru menuliskan poin ini aja, saya sudah langsung terbayang-bayang enaknya menu yang satu ini. Ngileerrrrrr… #ojekmanaojek. Ini mah harus deliperi serpis! Sssssttt, sekadar bocoran, kalau kamu pesan mie yamin asin di Legoh, cobain deh minta toppingnya pakai cakalang cabe hijau ini, atau pesan menu yang terpisah. Makan cakalang cabe hijau bareng mie yamin asinnya Legoh, wuiih rasanya juara banget! Sampai-sampai saya pernah memohon ke Chef Leon supaya menu Mie Yamin Cakalang Cabe Hijau dibikin di Legoh. #Plaaakz.

Alpokat Keroknya Paling Juara Sedunia

Nah, ini dia. Ini salah satu menu yang saya sangat yakin sudah jadi menu minuman/dessert yang paling juara di Legoh. Alpokat Kerok, dengan serutan es batu dan gula merah. Sllrrrppp… yummy banget. Tiap ke sini, saya nggak pernah bosan order menu yang satu ini, bahkan bisa nambah 2-3 kali. Entah doyan atau haus ya? Soalnya enak bingitz siih … tampilannya cantik, rasanya nikmat dan membuat hati jadi nyessssss.



Nasi Goreng Hitam

Ini salah satu menu yang paling sering diorder oleh sahabat saya yang juga sama, tergila-gila ke Legoh. Katanya, rasa Nasi Goreng Hitam di sini enak, unik, dan beda dari yang lain. entah di mana letak perbedaannya, karena saya sendiri belum pernah mencicipi menu nasi goreng hitam di manapun, begitu pula nasgor hitam ala Legoh ini. Bukan karena tidak tertarik, tapi ya seperti yang sudah saya sebut di atas, saking banyaknya menu di Legoh, banyak menu yang masih terlewatkan oleh saya, karena saya sibuk menikmati menu-menu langganan. Sekarang bukan Cuma Nasgor yang hitam. Kwetiau hitam pun ada. Nah kalau ini saya sudah mencicipi beberapa waktu lalu, #NyoelPunyaTeman. Rasanya beneran unik. Kalau penasaran, cobain aja sendiri ya! Soalnya saya nggak bisa jelasin secara detail di sini, bukan apa-apa, saking enaknya sih.

Kue Cubit Legendaris 

Tepat di depan Legoh, tepatnya di pintu tempat parkiran motor, suka ada tukang kue cubit yang konon legendaris. Banyak yang beli. Sudah jualan di sana sejak lama. Jadi, habis makan-makan enak di Legoh, pas mau pulang bisa bungkus kue cubit ini buat oleh-oleh di rumah. Atau kalau ada yang lagi jajan kue cubit, bisa langsung masuk ke Legoh buat makan berat. Pokoknya, jangan sampai nggak mampir! Kamu bakal nyesel berat deh …

Bisa Request

Menurut Chef Leon, banyak menu yang tercantum di dalam daftar adalah hasil rikues dari para pelanggan. Mereka kasih masukan ini itu, dan akhirnya terciptalah menu baru yang layak jual. Hebat ya, keliatan banget kalau Legoh ini sangat mengerti keinginan dan ide-ide pelanggan. Seperti saya kemarin itu, saya coba cicip menu ini dan itu, ternyata nemu favorit saya, Mie Yamin sangat enak rasanya kalau dicampur sama Cakalang Cabe Hijau. Meskipun mungkin kesukaan saya ini nggak bakalan jadi menu baru, tapi setidaknya tiap saya ke sana saya tau menu terenak apa yang bakal saya order.

Harga Terjangkau


 Well, setelah kamu baca semua poin-pon fakta di atas, apakah kamu bakal mengira menu di Legoh harganya mahal-mahal? Kalau iya, berarti kamu salah besar! Harga-harga menu olahan Legoh sangat terjangkau kok, bahkan buat semua kalangan. Banyak anak-anak sekolah, mahasiswa hingga keluarga yang makan di sana. Jadi, kamu nggak perlu galau lagi yaaa…




Porsi Besar


Makan di Legoh juga seru karena bisa berbagi alias saling cicip menu dengan teman-teman kamu yang bareng ke sana. Porsi di sini bener-bener nggak pelit. Chef Leon memang nomer satu deh! Juara banget, satu porsi menu bisa dimakan untuk 2 orang dewasa, atau bahkan lebih kalau yang makan itu cewek-cewek yang lagi diet atau jaga pola makan, hehehee. Irit kaaan?

Okay, sepertinya beberapa fakta yang saya sajikan ini sementara cukup untuk bikin kamu penasaran untuk mampir dan mencicipi semua menu yang ada di sana. Kalau saya harus menilai dengan rating 1-5, maka Legoh akan saya kasih nilai 4.75. kok nggak 5 aja? Iya, 0,25 nya untuk colokan listriknya. Heheheehe …. (Lygia Pecanduhujan –Redaksi)



Rumah Makan Legoh

Jl. Sultan Agung no. 9 Bandung 40115
Telp. 022 – 4268108
WhatsApp : +62 882 1220 5733
BBM : 55D6FA2A
Website: rmlegoh.com
email : rmlegoh@gmail.com
facebook: RMLegoh
twitter: @rmlegoh
Instagram: @rmlegoh
Buka Tiap Hari Pukul 11.00 – 21.00 WIB
Menerima Pesan Antar & Catering

Minggu, 26 Juni 2016

Pasang Kipas Angin, Dong!




Pecandukuliner.com – Gue adalah seorang freelancer. Otomatis, jam kerja gue sama sekali nggak terikat oleh office hour 8-5. Setiap hari, gue yang mengatur apakah mau kerja dari rumah atau harus keluar untuk bertemu orang lain dalam hal urusan pekerjaan. Biasanya, gue janjian dengan sahabat, atau calon klien atau bahkan klien utama (Ehm, Aamiin) di tempat-tempat umum selain kantor. Bukan apa-apa sih, karena gue bergelut di industry kreatif jadi memang soal suasana berpengaruh besar dalam menjadi moodbooster gue.

Biasanya tempat yang kami pilih untuk menjadi tempat pertemuan adalah café atau resto. Pokoknya tempat makan deh, yeah.. sekalian makan siang, ngopi sore atau bahkan malam malam. Kapan lagi ya, deal kerjaan plus ditraktir makan enak sama calon klien? Hehehe …

Ketika memilih tempat yang paling nyaman untuk bertemu dan makan-makan, saya selalu cerewet. Pertama, saya harus tahu dulu di sana ada colokan listrik tidak. Karena jika tidak ada, bisa dipastikan saya akan mencoret tempat tersebut dari daftar “Tempat untuk Hangout Paling Asyik” versi saya. Karena, kemana-mana saya selalu membawa gulungan kabel yang biasa saya pakai untuk mencharge berbagai gadget yang saya bawa. Jadi, ketika datang saya langsung buka tas, ambil colokan, mengeluarkan 2 smartphone, 3 powerbank, dan satu laptop lantas mengisi baterai semua gadget saya itu hingga penuh.

Kedua, saya harus tahu apakah tempatnya nyaman atau tidak untuk ngobrol atau diskusi berlama-lama. Biasanya saya akan merasa nyaman jika resto atau café yang saya datangi dilengkapi dengan fasilitas AC atau pendingin udara. Namun jika tidak, saya sudah cukup nyaman juga kok dengan kipas angin yang biasanya di pasang di langit-langit atau di dinding. Jika tidak ada AC atau kipas angin, saya akan cukup puas jika tempat tersebut dilengkapi dengan jendela-jendela besar yang akan membawa angin sejuk bertiup sepoi-sepoi masuk ke dalam dan membuat saya terkantuk-kantuk. Elho, ini mau tidur apa rapat sih?






Seandainya pihak klien atau sahabat saya yang membuat janji temu menentukan lokasi mereka sendiri, dan saya tidak memiliki kewenangan untuk bertanya apakah di tempat itu ada colokan atau dilengkapi AC/Kipas angin, ya apa boleh buat.

Pernah ada kejadian lucu. Saat itu seorang sahabat mengajak saya makan siang di sebuah resto yang konon katanya makanannya terkenal sangat enak. Okelah, demi mendengar makanan gratisan, saya pasti langsung datang dengan senang hati dong. Saat tiba di sana, resto tersebut penuh sesak dengan para pengunjung yang datang dan pergi sesuka hatimu #lho kok malah nyanyi. Maksudnya, perputaran pengunjung sangat cepat. Begitu habis makan mereka harus langsung angkat kaki dari sana karena sudah ada pengunjung lain yang mengantri.

Tapi, sumpah, tempatnya panas banget! Boro-boro AC, kipas angin pun nggak nampak sama sekali di ruangan yang cukup kecil itu. Cuma ada satu jendela yang terbuka. Otomatis hawa di dalam resto sangat panas dan sumpek. Sampai-sampai demi menikmati makan siang gratis hasil traktiran dari sahabat tersebut, saya harus berulangkali mengusap keringat yang menclok di sana sini di seluruh tubuh.

Saat menemani sahabat saya membayar di kasir, saya langsung protes.

“Di sini nggak ada AC ya? Atau kipas angin kek biar hawa nggak panas kayak begini,”

“Maaf, Teh. Belum ada.” Jawab kasir.

“Beli dong, kan pelanggannya udah banyak. Restonya rame banget. Banyak lho yang jual kipas angin murah di internet, misalnya kayak di MatahariMall.com. Tinggal pilih aja, barang dikirim deh.” Sahutku masih jutek sambil ngusap keringat.

“Iya, baik teh. Nanti kami sampaikan kepada manajemen.”

Saya pun berlalu dengan lega, meski sampai detik ini belum pernah mampir ke sana lagi dan nggak tahu apakah di resto tersebut saat ini sudah terpasang AC atau kipas angin atau belum.










Introducing: Baxter Smith Kitchen & Tavern




Pecandukuliner.com - Saya pernah menghuni kota Jakarta berpuluh tahun lamanya. Tepatnya sejak saya lahir, hingga lulus kuliah. Setelahnya, saya memutuskan untuk hengkang dari Ibukota, dan memilih untuk tinggal menyepi di kaki gunung Manglayang, Bandung. Nyaris sebulan sekali, saya tetap ke Jakarta, karena urusan pekerjaan. Namun kian lama, bagi saya, kota Jakarta semakin terasa sesak karena kemacetan yang luar biasa. Jauuuh lebih parah daripada ketika saya pertama kali meninggalkannya.

Kemacetan kota Jakarta, memang tidak akan pernah mampu terurai dalam waktu singkat, siapapun pemimpinnya. Satu-satunya cara untuk dapat menikmati satu hal ini adalah berdamai dengan kondisi dan keadaannya. Mungkin itulah yang wajib dilakukan oleh sebagian besar penghuni Jakarta, terutama di jam-jam kerja, Senin sampai dengan Jumat. Nyaris, sebagian besar waktu para penduduk Jakarta dihabiskan di jalanan ibukota. Berangkat subuh, pulang nyaris tengah malam adalah hal yang biasa. Menunggu kemacetan Jakarta sedikit berkurang, mungkin sama seperti menunggu cewek mandi, lama!

Inilah yang saya alami ketika minggu lalu memutuskan untuk hangout bersama para sahabat di Jakarta. Saya sengaja datang jauh-jauh dari Bandung, untuk menuntaskan rindu pada kuliner Jakarta, pun pada para sahabat yang lama tak saya  jumpai. Kami memutuskan untuk menjadikan sebuah Resto baru di bilangan Senopati Jakarta, tepatnya di Jalan Suryo sebagai Meeting Point kami.

Saya ingat betul, saat itu hari Jumat. Saya sudah menyiapkan diri untuk berangkat jauh sebelum waktu yang telah disepakati. Pukul 01.00 siang saya sudah siap di travel, namun kemacetan Jakartalah yang menyebabkan saya baru bisa tiba di meeting point setelah Maghrib. Itupun setelah saya memutuskan menyelesaikan perjalanan dengan menggunakan Gojek.

Sepanjang Jalan Senopati, ada begitu banyak tempat makan yang menjadi tempat nongkrong paling asyik buat menghabiskan waktu menunggu macet kelar. Ya, memang lebih enak hangout dulu bareng teman, sambil mengisi perut untuk makan malam atau sekadar ngopi sambil ngobrol kesana kemari. Terutama di akhir minggu, saat kita ingin melepaskan semua kepenatan setelah bekerja berhari-hari.

Meeting Point kami adalah sebuah resto baru, terletak di Jalan Suryo 28, Jakarta yang berdiri dengan anggunnya, menamakan dirinya sebagai Baxter Smith Kitchen & Tavern. Awalnya, saya kira resto ini hanya terletak di lantai dua saja, karena memang saya akan bertemu para sahabat di sana. tapi setelah ngobrol-ngobrol dengan ownernya, ternyata Baxter Smith menempati keseluruhan lantai dari bangunan ini, yaitu tiga lantai!

Well, saat akhirnya melangkah menuju ke lantai dua, saya disambut oleh suasana industrial  sekaligus modern. pencahayaan yang sedikit reman-remang awalnya agak menyulitkan mata dalam mencaricari di mana sahabat saya berada. Namun setelah mampu beradaptasi dengan pencahayaan, saya merasa sangat nyaman berada di sana. Tidak disilaukan dengan cahaya lampu terang benderang, saya merasakan suasana yang nyaman, intimate, akrab dan hangat.

Ada empat macam menu makanan yang kami pesan malam itu:

JULIUS SALAD (CAESAR SALAD), sayuran segar yang disajikan dengan daging asap sapi atau ayam, dengan kuah ceasar salad.



saya kurang suka salad, tapi untuk salad yang satu ini, harus saya acungi jempol. Meski Rawfood alias sayuran mentah, tapi rasanya enak. ditambah dengan kombinasi telur setengah matang yang kuningnya siap meleleh, duuuh, kamu memeltingkan hatiku deh!


IGA GARAM ASAM, yaitu Daging Iga Sapi dari Australia yang dimasak dengan aroma sup yang tajam pedasnya, plus disajikan dengan acar dan kerupuk.


Nah, nah, saya nyaris menjerit saat pertama kali mencicipi kuahnya yang panas-panas. Bahkan saya sampai memanggil Manager di sana yang datang dengan tampang ~kenapa elo manggil gue? Mau protes?~, cuma buat bilang, "Siapa Chefnya? ini Iga Garam Asam paling enak yang pernah saya makan!" Saking enaknya, saya sampai nyaris nggak bisa berkata-kata dan hampir meneteskan air mata. Oke, oke, SKIP. ini terlalu lebay.

SALMON FLORENTINE, adalah daging ikan salmon dari Norwegia yang di masak dengan pan, dan disajikan dengan kentang kecil panggang, plus sabayan saos.


Ini juga bisa jadi menu favorit saya sepanjang masa di Baxter Smit Kitchen & Tavern selain Iga Garam Asamnya. Namun, dasar sok belagu, saya menitipkan pesan ke Pak Manager tadi yang masih dengan sabar memandangi saya yang asyik merem melek menikmati makanan, "Ini Enak, Pak. Cuma sayang, agak overcooked dikiiit. Jadi Ikannya kering. lebih enak kalau agak basah sedikit, nggak seret." Sang manager manggut-manggut, entah ngerti, entah bingung sama kelakuanku yang sok tau.

FRESH HERB ROASTED CHICKEN, ayam panggang dengan bumbu Italian, disajikan bersama jamur, bawang merah, kentang tumbuh halus dan kuah daging.



Hmmm, sudahlah ya, empat menu ini sudah membuka mata saya lebar-lebar bahwa makanan di Baxter Smith Kitchen & Tavern ini enak, enak, dan enak! Ayamnya matang sempurna, sausnya spesial, terutama jamurnya. Kentang tumbuknya, perpaduan antara halus dengan yang kasar, semua lengkap. Duh, ini memang hidangannya istimewa, atau akunya yang kelaparan setengah mati sih, kok semua makanan ludes dalam waktu sesingkat-singkatnya?



Dua minuman di atas adalah salah dua jenis minuman non alkohol yang ada di resto ini. And i loveeeeee it very much! semuanya seger, bikin otak yang mumet dan pikiran yang stress langsung melayang seketika. Hmm, rasanya, N.A.G.I.H!

Saking penasarannya sama konsep dan beragam menu menyamankan lidah yang ada di Baxter Smith ini, saya sampai memohon untuk bisa bertemu dengan pemiliknya.  Dan betapa beruntungnya saya, karena malam itu owner kebetulan ada di sana, dan saya bisa bertemu beliau, Yawwwwww.....

Namanya, Thomas Young, dan yang sama sekali tidak saya sangka, usianya masih sangat muda, 26 tahun. Ya ampuun, brondong bo! udah ganteng, muda, kaya, wah, incaran para sosialita ibukota tuh ya? ~abaikan~.



Mr, Thomas ini, dulunya sempat membuka resto bersama teman-temannya, sampai kemudian dia memutuskan untuk membuka usaha restonya sendiri.  Semua itu ia lakukan karena ia ingin belajar mandiri, karena baginya, terlalu banyak kepala akan terlalu banyak ide yang belum tentu klop satu sama lain.

Akhirnya, ia mulai mencari konsep yang paling tepat. Mulai mencari lokasi, sampai konsep resto yang sesuai, dibutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan, dan akhirnya berdirilah Baxter Smith Kitchen & Tavern. Resto ini ternyata belum Grand Opening lho, baru Soft Launching aja. Rencananya, Grand Opening akan dilakukan pada bulan Oktober 2016 yang akan datang. Yuk ah, kita doakan semoga lancar yaaaa ...





 Info resto:
Baxter Smith Kitchen and Tavern
www.baxtersmith.com
Alamat: Jl. Suryo No.28 Jakarta Selatan
Telepon: 021 – 2751 3911
Reservasi: reservation@baxtermsith.com
Instagram: @baxtersmith_jkt

Senin, 13 Juni 2016

Indonesia Tangkal Kolesterol? Saya Juga!



Pecandukuliner.com - Gue suka makan. Ya iyalaah .. semua orang juga suka makan. Nah, sejak gue kecil, keluarga gue udah doyan makan makanan yang kurang sehat gitu. Misalnya, makan daging yang masih banyak lemaknya, makanan berkuah santan kental, fast food, aarrgghh, sepakat kan kalo semua makanan itu enak-enak banget?

Tapi, di balik kelezatannya, ternyata banyak kejahatan yang mengintai tubuh orang yang memakannya. Salah satunya Kolesterol Tinggi. Nah lho! Dulu, gue sama sekali nggak ngerti, pokoknya ada makanan apapun terhidang di meja, HAJAR BLEH! Sikat sampe perut mules kekenyangan. Okay, Okay, gue tau gue salah. Tapi kan waktu kecil gue masih polos dan nggak ngerti apa-apa, #Ngeles.

Gue inget, dulu, sepupu gue yang waktu itu udah kuliah, biasa ngajak gue ~yang waktu itu masih SMP~ makan ayam goreng di fast food. Dan menu favorit yang paling sering dia pesan untuk kami berdua adalah masing-masing seporsi nasi, 2 potong ayam ukuran gaban, dan kentang goreng plus soft drink. Dulu sih, tanpa pikir panjang gue pasti menghabiskannya dengan penuh nafsu, itu sebabnya, sejak kecil badan gue udah gemuk.

Tapi, lagi-lagi gue terlena dengan ungkapan, “Big is Beautiful”. Gue cuek sama penampilan, dan gak peduli sama asupan gizi makanan. Saat itu, bagi gue yang namanya makan ya makan aja, yang penting enak.

Well, ternyata pikiran gue itu picik dan salah total. Di kemudian hari, gue mulai dibayang-bayangin ketakutan sama yang namanya kolesterol jahat dalam tubuh. Makin bertambahnya umur ~alias makin tua~ orangtua gue makin sering mewanti-wanti, “Jaga makan! Cek Kolesterol!”. Aah, semua itu bikin gue makin rajin ngecek. Apalagi setelah gue sempat sakit dan harus mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon, di mana obat itu bikin badan gue makin tambah melar dari hari ke hari meski nggak banyak makan. Gue mulai paranoid dibayang-bayangi sama kolesterol tinggi.

Gue pun mulai rajin ngecek ke dokter, lab, atau saat lagi ada pemeriksaan gratis. Alhamdulillah sampai saat ini sih kadarnya normal. Gue baru tau bahwa meski kegemukan itu adalah salah satu pemicu kolesterol tinggi, tapi nggak menutup kemungkinan orang yang kurus juga kadar kolesterolnya jauh lebih tinggi. Dari situlah gue mulai tertarik sama yang namanya mempelajari tentang kolesterol ini.

Sebenernya, kolesterol itu makhluk apaan sih? Kolesterol adalah lemak yang ada di dalam aliran darah. Lemak ini dibutuhin tubuh kita sebagai bahan pembentukan dinding sel atau hormon tertentu. Terus, kenapa kok jadi bisa berbahaya? Jadi gini ya, secara alamiah, kolesterol emang bisa diproduksi sama tubuh kita, tapi kolesterol itu nggak larut dalam darah. Kalau nggak larut gimana dong? Ia nempel sama pengangkutnya yaitu lipoprotein. Kolesterol sendiri ada dua jenis, yaitu LDL ~bukan Long Distance Lelatioship!~ tapi Low Density Lipoprotein dan High Density Lipoprotein (HDL). Nah, kalau baca HDL, ingetan gue langsung melayang sama Seafood HDL di Bandung yang terkenal enak itu, hmmm… kepiting saos padang, udang goreng tepung, Adoooowwwwww ada yang nyambit gue pake batu bata!

Kadar kolesterol yang ada di dalam darah kita baru bisa dibilang normal kalau angkanya ada di bawah 200mg/dl.  Kalau udah melebihi angka 200 apalagi lebih dari 240 mg/dl, kita harus waspada nih,Guys. Karena bisa jadi kita beresiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Hiiiy, ngeri kali kan?

Sebenernya, ada dua hal penyebab kadar kolesterol di dalam darah kita sangat tinggi, yaitu faktor yang nggak bisa kita kontrol alias udah dari sananya, misalnya Umur dan Keturunan keluarga. Yang kedua adalah hal yang bisa dikontrol alias dijaga polanya, yaitu makanan yang kita makan sehari-hari.

Nah, urusan makanan ini, tahun 2014 silam gue pernah nyobain pola hidup sehat. Dengan menjalani Food Combining selama 6 bulan, badan gue rasanya seger dan mungkin ini yang bikin kolesterol gue di ambang normal-normal aja. Tapi sori, di sini gue nggak akan bahas apa itu food combining, karena gue cuma pengen cerita tentang pengalaman gue pertama kali kenal Nutrive Benecol dan apa hubungannya benda yang satu ini dengan kolesterol.

Jadi, saking terobsesinya pengen hidup sehat, waktu itu gue udah berhenti minum minuman yang berpengawet, bersoda, pakai gula, dan lain lain. murni gue cuma minum air putih bergalon-galon. Sehari gue habis 6 liter lebih air putih. Suatu hari, gue jalan-jalan ke supermarket, niatnya sih cuma pengen beli buah. Tapi tiba-tiba mata gue tertarik sama satu produk minuman yang ukurannya imut, warna warni menarik mata. Pas gue deketin, eeeeeh …gue bacanya namanya jelas NUTRIVE BENECOL. Awalnya gue pikir ini minuman yang sama aja kayak Y*K**T.  tapi pas gue baca ingre nya, iih ternyata ini minuman khusus untuk penurun kolesterol!

Langsung aja gue beli. Kan saking pengennya hidup sehat, kalau ada minuman penurun kolesterol yang rasanya enak dan bukan obat kenapa nggak dicoba? Lagian walau kadar kolesterol normal, nggak ada salahnya kan gue nyobain? Bener aja, pas sampe rumah gue cicipi, ternyata rasanya sumpah enak dan seger!

Akhirnya sejak itu, gue selalu setia beli produk ini buat keluarga di rumah. Buat Abah yang emang kolesterolnya tinggi banget walau badannya kurus, buat Mamah, buat gue juga. Pokoknya, selalu ada stok Nutrive Benecol di kulkas rumah gue. Makanya, gue seneng banget waktu tau kalau Kalbe bakal ngegelar event tentang Indonesia TANGKAL Kolesterol di Bandung bareng Nutrive Benecol ini. Eh iya, Nutrive Benecol emang produk Kalbe sih.

Dengan semangat 45 gue daftar untuk ikutan ke acara itu, yaaaaah siapa tau dapet sample gratis kan ya? Wkwkwkwkwkw #Ngarep. Acara ini digelar tanggal 29 Mei 2016 kemaren di Harris Hotel Festival Citylink. Beuuuh ada ratusan bahkan ribuan orang yang ikut acaranya lho! Gue sampe berasa cuma jadi buih di tengah lautan samudera #Plaaz #LebaySangatLo.



Padat banget acaranya, keren abis. Ada sederetan stan produk yang berisi produk kalbe yang bisa dicicipi langsung sama peserta yang hadir. Nggak ketinggalan jagoan gue, si Nutrive Benecol ada juga dong. Tapi yang jauh lebih penting dari itu, ada para pakar di bidangnya yang ngebantu gue dan peserta lainnya untuk mengenali lebih jauh apa itu kolesterol, gimana cara nangkalnya, dan makanan apa aja yang rasanya tetap enak tapi tetep sehat. 






Ada dr. Penihedi P, MKM (Gz) yang merupakan seorang ahli gizi. Ia berbagi cerita dan pengalaman tentang menu makanan sehat. Nggak cuma dibahas tapi juga dipraktekin lho! Gimana bikin appetizer, main course dan dessert yang super enak, super singkat waktu bikinnya, dan super sehat tentunya. Hmmm Yummy!




Lain dr Peni, lain pula dengan Nidya Yapadita, yang badannya sehat dan seksi. Ia ngajarin kita bahwa kita harus selalu bergerak dan olahraga tiap hari. Tapi gimana kalau kita nggak punya waktu? Misalnya buat orang yang seharian harus duduk di belakang meja selama jam kantor.  Jangan khawatir, kita tetep bisa olahraga di tempat, Cuma dengan duduk di atas kursi kita. Beragam gerakan senam di kursi diperagakan oleh beliau. Seru ih, cangkeul gue! Hahahaaha …




Pembicara terakhir, dokter ganteng imut kinyis-kinyis yang bikin  gue gagal fokus dan gagal pindah ke lain hati #Eh, yaitu dokter spealist jantung, dr. Vito Damay, Sp.JP, M.kes, FIHA, CICA yang bener-bener ngejelasin banget secara detal gimana itu kolesterol dan cara nanggulanginnya.

Eh, yang berbahaya buat kita bukan Cuma kolesterol tinggi lho. Tapi waspadai juga penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas. Ketiga kawanan ini kalau hinggap di badan kita, bisa menuju ke serangan jantung dan stroke. Duh, jadi gimana dong? Ya seperti yang tadi gue bilang, kita harus bisa menjaga asupan makanan yang masuk ke badan kita. Makanlah makanan yang halal dan baik.  Gampang kan?

Sekaligus di acara kemarin tersebut, kegiatan yang paling heboh adalah karena Kalbe dan Nutrive Benecol mencanangkan kampanye #INDONESIATANGKALKOLESTEROL. Apa sih tangkal itu? Ternyata TANGKAL ada singkatannya lhooo.. ini dia:


T = Teratur Periksa Kolesterol
A = Awasi Asupan dan Pola Makan
N = Nikmati Hidup Tanpa Rokok dan Minuman Beralkohol
G = Giat Berolahraga Gerakan B-FIT
K = Kendalikan Berat Badan dan Hindari Stres
A = Awasi Tekanan Darah
L = Lengkapi dengan Nutrive Benecole 2x sehari




Gue juga pengen ngasih tau nih buat temen-temen semua yang baca blog ini, Nutrive Benecol selain yang Smooties juga ada yang bentuknya cereal lho sekarang ini, jadi buat yang suka sarapan sehat, cocok banget buat pake produk Nutrive Benecol yang sereal. Rasanya nggak kalah enak, bikin perut langsung kenyang, aman, dan pastinya sehat atuh dong! 





Sebenernya penasaran nggak sih kenapa Nutrive Benecol itu sehat? Karena kandungan dalam Nutrive Benecol dengan plant Stanol Esternya bisa bantu kita mengembalikan kadar kolesterol kembali ke tingkat normal, dengan catatan dikonsumsi teratur ya, yaitu dua kali sehari, pagi dan malam hari. Jika dikonsumsi secara teratur selama satu bulan, bisa menurunkan 7-10% kadar kolesterol kita.

Jadi, kalau kolesterol kita normal, nggak perlu minum ini? Wah ya, boleh aja diminum biar menjaga kadarnya supaya tetep stabil. Karena, coba aja bayangin, dalam dua sajian Nutrivel Benecol itu, yang kita minum dalam satu hari, sama aja kayak kita makan 6 mangkok Oat, 30 apel dan 30 pisang lho! Coba aja gih bikin eksperimen makan 30 buah pisang sehari, nyungsep pastinya. Mending minum Nutrive Benecol aja!

Nih, buat yang penasaran pengen cari tahu lebih banyak lagi, bisa dapetin infonya di sini:

• Website : www.nutrivebenecol.com
• Facebook : http://facebook.com/nutrivebenecolindonesia/
• Twitter : @NutriveBenecol
• Instagram : @NutriveBenecol_id
•Youtube:www.youtube.com/NutriveBenecol/

Pengen ikutan acaranya di kota-kota lain: bisa beli tiketnya online di sini.http://bitly.com/tangkalkolesterol

Senin, 16 Mei 2016

Ini Dia Makanan Unik di Beberapa Daerah Indonesia




Sumber Foto: Internet

www.pecandukuliner.com - Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup kaya akan ragam kulinernya, dengan mudah Kita bisa menemukan makananunik di setiap daerah di negara ini. Setiap daerah baik yang berdekatan sekalipun memiliki kuliner yang khas baik bahan, bumbu, maupun cara pengolahannya. Kekayaan kuliner inilah yang menjadikan Indonesia sebagai surga bagi penggiat wisata kuliner dari berbagai negara. Saking banyaknya jenis kuliner yang ada terkadang masyarakat Indonesia sendiri masih baru pertama kali mendengar nama makanan khas daerah lain.

Makanan Khas dengan Nama Unik

Selain menyajikan masakan yang terkenal akan ciri khas pemakaian aneka rempah, ternyata bahan yang digunakan pun kaya. Beberapa daerah memiliki santapan khas yang memiliki nama cukup unik, beberapa diantaranya adalah:


1.       Sate Kalong khas Cirebon

Sumber Foto: Internet

Cirebon menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki banyak kuliner khas namun, tahukah Anda? Bahwa ada kuliner khas yang bisa ditemui di tanah Cirebon dengan nama yang menarik. Namanya Sate Kalong, tapi jangan takut dulu sate ini tidak dibuat dari daging Kalong melainkan daging kerbau. Disebut demikian karena warung yang menjualnya hanya buka di waktu malam.

2.       Sate Lalat khas Madura

Sumber Foto: Internet

Madura menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memang terkenal akan kekayaan kuliner satenya. Hanya di Madura Kita bisa menikmati sate ayam lengkap dengan telur yang belum bercangkang dari ayam betina. Selain sate ayam telurnya, Madura memiliki kuliner yang unik dan menarik dari nama masakan tersebut. Ialah Sate Lalat, mendengar namanya kebanyakan orang sedikit takut apakah berupa lalat yang ditusuk-tusuk dan dibakar. Tebakan tersebut salah kaprah, sebab Sate Lalat merupakan makanan unik dari Madura dari daging ayam namun dipotong sangat kecil dan menyerupai ukuran lalat.

3.       Nasi Kucing khas Yogyakarta

Sumber Foto: Internet

Yogyakarta selain terkenal sebagai kota wisata juga wisata budaya dan wisata kuliner dengan pilihan masakan beragam. Mampir ke Yogyakarta sebaiknya mampir ke salah satu warung gerobak untuk menikmati Nasi Kucing. Disebut dengan nama Nasi Kucing dikarenakan porsinya yang sedikit seperti hendak memberi makan kucing. Namun kenikmatan menu khas yang murah meriah ini tidak diragukan lagi, terlebih teman makannya banyak. Penjual Nasi Kucing biasanya menyediakan lauk berupa ceker bumbu kecap, gorengan, mie goreng, dan sebagainya.


4.       Nasi Kentut khas Medan

Kota Medan juga sering dijadikan persinggahan oleh wisatawan kuliner karena banyak jenis masakan khas yang nikmat. Masakan dari daerah Sumatra memang identik dengan rasanya yang pedas dan beberapa cukup jitu membakar lidah. Mampir ke Medan sebaiknya mencari warung yang menjual Nasi Kentut, namanya saja sudah sangat unik. Namun nasi ini bukanlah nasi yang berbau kentut disebut demikian karena nasi dibungkus menggunakan daun kentut. Daun inilah yang menciptakan aroma dan rasa nasi makanan unik asal tanah Medan ini berbeda dengan nasi di daerah lain.



Minggu, 15 Mei 2016

Makan Malam Seru Bersama MyJNE



www.pecandukuliner.com- Sudah lama saya tidak apdet di blog ini. Cukup lama, padahal sudah banyak catatan-catatan saya tentang beragam kuliner baik di Bandung maupun di luar kota yang mengantri di dalam draft. Hmmm, Maafkan, foto-foto yang terkait dengan catatan-catatan tersebut sebagian besar hilang karena hardisk yang rusak. Begitulah, hidup terus berjalan. Makan-makan terus terjadi dengan lancar dan tanpa kendala, #eh.

Kali ini, saya ingin mengisahkan tentang pengalaman kuliner saya di satu resto di daerah Dago, Bandung. Kalau bukan atas undangan dari JNE yang mengadakan acara Dinner di sana serta mengundang kami para Bloggers, mungkin saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana. Karena ruas jalan di mana resto tersebut berada, yaitu Jalan Dayang Sumbi, adalah salah satu jalan yang jarang saya kunjungi di Bandung.

Saya hadir pada senja tanggal 15 April 2016 itu bukan karena penasaran dengan resto sebenarnya, melainkan karena pihak pengundangnya, yaitu JNE. As you know, JNE adalah salah satu jasa pengiriman favorit saya terutama di Bandung. entah sudah berapa puluh paket saya telah terkirim ke seluruh wilayah Indonesia berkat jasa JNE ini. Meski kadang ada kendala, ada miskom, namun ibarat pacar lama, JNE susah saya lupakan dan setiap kesalahan yang ada selalu termaafkan karena mereka selalu terus berinovasi dan berusaha memperbaiki setiap kesalahan serta mendengarkan keluhan para kekasihnya eh konsumennya.

Mengapa JNE ingin mengundang para blogger makan malam dan ramah tamah? Karena konon menurut pribahasa luar negeri, Tak Kenal Maka Tak Sayang. JNE punya produk baru berupa aplikasi MYJNE yang telah mulai diluncurkan dan bisa didownload serta instal langsung melalui aplikasi Android. Wah, ini dia yang saya tunggu-tunggu, setelah selama ini harus cukup puas dengan instal aplikasi-aplikasi lain tentang menghitung ongkir JNE, yang bukan keluaran resmi dari perusahaan.





Dengan aplikasi MyJNE ini, kita nggak perlu susah payah lagi bolakbalik mengecek tarif, mengecekapakah paket sudah diterima atau belum, atau bahkan mengecek apakah di satu lokasi terdapat agen/cabang JNE atau tidak. Karena cukup dengan satu aplikasi MYJNE aja, kita tinggal mendaftarkan nomer telepon kita, dan otomatis seluruh pengiriman yang pernah kita lakukan dengan memakai nomer telepon itu akan terlacak dengan mudah, seru banget kan?

Nah, mengecek tarif jadi semudah mengirim SMS kepada pacar kaaan? #Eh




Intinya, buat kamu-kamu yang sangat sering memakai JNE untuk setiap jasa pengiriman yang kamu lakukan, cobain instal MYJNE di android kamu. Mudah, dan nggak bikin repot.

Nah, sekarang saya mau bahas sedikit tentang beragam menu luar biasa yang kami cicipi di sana ya. Saya memilih menu Steak, dengan minuman Orange Juice dan Ice Cream sebagai penutupnya. 

 Ini adalah Main Course yang saya pilih. Daging Steak yang didampingi oleh si Kentang Panggang ini dagingnya lembut banget dan sausnya juara!


Hidangan Pencuci Mulut alias Dessert yang satu ini, nggak bakal mungkin mau dilewatkan begitu aja sama kalian yang kebetulan mampir ke sini.

Apa ini? Ini Apa? Fried Mushrom tentu saja. Tapi, di dalamnya ada isian daging cincang dan keju, dan wuiiiiih rasanyana, bikin betah dan N-A-G-I-H!



Oke ya, Sekilas info yang mau saya berikan adalah:

Kalau inget paket, ingat ke MYJNE
Kalau inget perut, ingat ke Beehive Dago dooong!


















Copyright © 2014 Dunianya Pecandu Kuliner

Distributed By Blogger Templates | Designed By Darmowe dodatki na blogi