A Long Journey With XL

21.05



 ~Sejatinya hidup adalah perjalanan. Bukan masalah sejauh mana kamu bisa berjalan,  setinggi apa kamu bisa melompat dalam perjalanan itu, atau tempat sehebat apa yang bisa kamu datangi. Tapi setangguh apa kamu hingga bisa terus berjalan, meski harus mengalami jatuh bangun yang luar biasa~  (Lygia Pecanduhujan)



Saya masih ingat betul, saat itu tahun 2000 waktu saya membeli gadget pertama saya. Sebuah HP yang cukup canggih di masanya, ditemani oleh simcard perdana yang kemasannya berbentuk bulat berwarna kuning. Harganya cukup mahal saat itu. Nyaris menyentuh angka di atas 500 ribu. Itulah simcard perdana saya, XL. Nomornya pun  masih saya ingat betul di kepala. 081810*8*4.

Bertahun-tahun berlalu, nomor saya tak pernah berganti hingga di tahun 2006 saya berpisah dengan suami, dan perpisahan itu menyebabkan saya kehilangan pula nomor tersebut. Penyebabnya konyol sih. Saya sibuk mengurus perceraian sambil mengasuh dua anak dan terlambat mengisi pulsa, hingga masa aktif dan masa tenggangnya hangus. 

Jangan tanya kenapa saya nggak mengurus dan mengaktifkan kembali nomor tersebut di XL Center ya. Gaptek Pisan, begitulah kondisi saya saat itu.
Setelah badai mereda, saya membeli nomor XL baru. Saat itu lagi musim Simcard Perdana XL punya banyak jenisnya. Ada XL Bebas, XL Jempol, XL reguler.. bingung! Setiap jenis menawarkan fasilitas yang menggiurkan. Ada yang sms ke semua operatornya berlimpah, ada yang menawarkan bisa menelepon gratis sepuasnya ke sesama XL dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya.

Yang masih saya ingat betul, saat itu saya memiliki seorang sahabat laki-laki di Jogja. Usianya jauh lebih muda dan ketika itu baru saja lulus dari sebuah perguruan tinggi di kotanya. Meski terbilang masih "brondong" tapi dialah yang bisa membuat semangat saya yang sempat terpuruk akibat perceraian itu jadi bangkit kembali.
Kami sering berdiskusi banyak hal lewat sms dan telepon. Saya belajar untuk lebih dekat kepada Tuhan lewat dia. Pun anak-anak saya sangat senang mengobrol dengannya di telepon. Dan semuanya itu bisa kami lakukan karena kami memakai nomor dari provider yang sama,XL. 

Masih ingat saat XL ada promo gratis 3 menitan mulai pukul 24.00 sampai pukul 05 00? Nah! Kesempatan itu nggak kami lewatkan dong ...

Konyol!
Begitulah kami waktu itu. Setiap jelang tengah malam, kami menyiapkan hape dalam keadaan baterai penuh, beberapa simcard perdana XL, dan sebuah .. stopwatch. Kalau semua itu sudah tersedia, kami janjian siapa yang akan menelepon lebih dulu. Setelah itu, detik-detik jelang tengah malam selalu kami tunggu sambil saling smsan. 

"Bentar lagi nih jam 12, Mas .."

"Yo wes, siap-siap ya, Dek. aku yang telepon duluan."

"Awas hati-hati dilihat itu Stopwatchnya, jangan kelebihan dari 3 menit lho. nanti pulsanya habis!"

"Siaaaaap!"

Whuahahahahaha, kalau diingat-ingat lagi, percakapan-percakapan kami saat itu begitu absurd.  Tepat pukul 24.00 telepon pun selalu berdering setiap tiga menit. karena di menit ke 2,5 biasanya kami langsung buru-buru mematikan telepon karena takut percakapan itu akan memakan pulsa #TrikHematAlaAnakKost.

Yang dibahas dalam setiap percakapan pun sangat-sangat absurd seperti kami. Kadang kami diskusi serius soal kehidupan, kadang kalau sedang bosan, saya nyanyi-nyanyi sendiri sementara sahabat saya itu hanya pasrah mendengarkan suara saya yang sember nun jauh di sana. Atau ketika kami sudah blank nggak tahu mau ngapain, saya yang gantian membiarkan dia mengaji, baca Al Quran dengan suara dan lagunya yang merdu, sementara saya terkantuk-kantuk di Bandung. Saya memang memiliki penyakit Insomnia kronis dan baru bisa tertidur setelah subuh.  Ya, jarak antara Bandung dan Jogja kala itu seperti menyempit hanya sekian meter saja, karena XL membuat koneksi antara kami jadi terasa sangat lancar.

Apakah percakapan absurd 3 menitan kami selamanya lancar? tentu tidak!

Ada saja kendalanya. Misalnya, ketika saya atau dia sering salah perhitungan waktu hingga akhirnya pulsa yang ada habis. Terpaksalah, Simcard Perdana XL baru harus disiapkan. itu gunanya kami memiliki beberapa simcard perdana yang memang sengaja disiapkan khusus untuk saat-saat darurat seperti itu. Pulsa habis, tinggal ganti kartu XL baru! Hihihihi .....

Waktu berlalu sedemikian cepat. "Percakapan Absurd 3 Menit" kami harus berakhir seiring dengan berakhirnya program XL tersebut. Tahun-tahun pun terlewati. Saya sibuk di Bandung, sahabat saya pun sibuk memulai pekerjaannya yang baru sebagai seorang Sarjana fresh graduate.

Hingga ....

Tahun 2010 kami bertemu untuk pertama kalinya alias KOPDAR. Don't be Shock, selama 6 tahun kenal, kami memang intens berkomunikasi, namun belum pernah bertemu muka. XL lah Mak Comblang di antara kami #LOL.  Pertemuan kami di tahun 2010 itu, dilanjutnya dengan pertemuan selanjutnya di tahun 2011, di mana pada saat itu kami .... M-E-N-I-K-A-H.

Sahabat saya, My Partner in Crime, teman gila-gilaan saat saya terpuruk, teman dalam kegiatan "percakapan Absurd 3 Menit" itu, akhirnya menjadi suami saya. Ayah dari anak bungsu saya, Giffan Tegar Abdirrahman yang sekarang menginjak usia 3,5 tahun. Bahkan setelah menikah pun, kenangan kami di malam-malam penuh tawa bersama XL pun masih selalu kami ceritakan satu sama lain, tak jemu-jemu.

Sayang, kebahagiaan tak hinggap lama di hidup saya, Tuhan mengambilnya begitu cepat. Suami pergi selamanya tepat di usia pernikahan kami yang kedua. Mendung kembali menyelimuti namun, saya sadar, life must go on. Saya memiliki tiga buah hati yang harus saya bimbing, dan penuhi seluruh kebutuhan hidupnya.

So, mulailah saya kembali menata hati dan hidup.

Saya memutuskan untuk serius menekuni hobi menulis saya hingga menghasilkan belasan judul buku yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Saya juga kembali belajar Ngeblog, hingga Alhamdulillah akhirnya seringkali diundang untuk mereview produk atau tempat-tempat tertentu. Termasuk akhirnya di tahun 2015 ini saya mulai sering diundang untuk datang ke berbagai Event yang diselenggarakan oleh XL Bandung.



Bukan kebetulan memang. Saya pengguna setia XL sejak itu. Meski sempat mencoba berganti provider lain, tapi nomor XL selalu saya pertahankan. Bahkan saya sempat memiliki 3 nomor XL yang kesemuanya aktif hanya karena nomor-nomor tersebut menurut saya adalah nomor cantik yang mudah dihapal. :-) Hingga akhirnya beberapa bulan lalu, XL memiliki program Gratis Nomor Cantik XPlor hanya dengan deposit 200 ribu rupiah, tentu kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Langsung saya mengecek apakah saya bisa memesan nomor 0818180977 (sssttt, 6 angka terakhir adalah tanggal, bulan, dan tahun lahir saya) dan ternyata BISA!

Jadilah, nomor cantik itu termiliki dan aktif saya pakai hingga detik ini.

Sungguh, perjalanan hidup yang tak mudah yang harus saya jalani sejak tahun 2000 silam. 15 tahun jatuh bangun, penuh air mata meski selalu ada tawa menyertainya. Selama itu pula, XL selalu menemani saya, seiring dengan bertambah dewasanya XL dari tahun ke tahun. Ya, XL bertambah dewasa, pun demikian dengan saya. XL makin "berdandan" cantik demi memuaskan pelanggannya. Pun saya yang akan terus berusaha menjadikan hati saya secantik mungkin demi anak-anak, demi para sahabat, dan siapa saja yang mengenal saya. 

Bagi saya, 15 tahun mengenal XL telah membuktikan banyak hal tentang kemampuan dan loyalitas XL kepada para pemakainya.  Sinyal dan Jaringannya yang konsisten tak pernah melambat sangat membuat saya nyaman berinternet meski rumah saya di atas gunung. Costumer Servicenya pun luar biasa, selalu ramah menyapa dan helpfull kapanpun saya mengajukan komplain atau pertanyaan. 

Bahkan pernah di satu event yang diselenggarakan oleh XL, saya sempat protes dan bertanya kenapa sinyal XL di rumah saya khususnya di dapur tiba-tiba sangat lambat selama beberapa bulan terakhir. Tanggapan dari XL sungguh luar biasa. Hanya dalam hitungan kurang dari 1x24 jam, Petugas XL datang ke rumah dan membereskan semua masalah saya hingga tuntas!

Hatur Nuhun, XL. Terima kasih telah menemani perjalanan saya 15 tahun terakhir ini. Semoga di #19thBersama ini, XL makin lebih kinclong dan melesat menjadi provider terbaik di Indonesia, ya, seperti saya yang akan terus berusaha maju, melesat tinggi, menjadi ibu terbaik bagi ketiga malaikat kecil saya di rumah.

#MbrebesMili

*Tulisan ini dibuat untuk memeriahkan #19thBersama XL. Senang sekali, pada akhirnya saya memiliki kesempatan untuk menuliskannya.


You Might Also Like

4 komentar

  1. Cerita teh Lygia kereeenn piiisaaaaannn!!
    *terharu sembari seneng*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuhuuun... meski nggak menang, tapiiiii saya seneng banget bisa nulis soal ini. Pas banget momennya, nuhun yaaaaa!

      Hapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images