Warung Kopi, Bisnis Yang Tak Pernah Mati

20.34




“I like to sit down, relax, have a cup of coffee on the terrace and read a book. I like to travel the world - and I'm lucky to see so much through cycling. (Marianne Vos)”

Terus terang, saya bukanlah seorang penikmat kopi kelas berat. Jika harus memilih antara secangkir kopi panas atau cokelat panas, maka saya akan memilih yang terakhir. Namun, sesekali saya tetap kok menikmati kopi di saat-saat tertentu, meski belum sampai taraf mencandu. 

Berbicara soal kopi, saat ini banyak sekali bertebaran café atau warung kopi baik dari yang kelas bawah sampai ke kelas atas. Berbicara bisnis warung kopi atau café kopi, tentunya sangat menarik sekali. Karena, bisnis ini nyaris nggak pernah ada matinya. Selama hidupnya, para penikmat kopi pasti akan selalu mencari dan membutuhkan tempat-tempat minum kopi sambil “ngariung” alias kumpul bareng keluarga atau teman-teman. Tak hanya itu, yang nggak hobi minum kopi pun pasti suka juga mampir ke café, sekadar memesan segelas Jus buah dan sepiring kudapan.

Itu yang saya alami. Saya hobi banget nongkrong sendirian sambil buka laptop dan menulis di tempat-tempat yang nyaman seperti café atau warung kopi. Yang penting bagi saya, ada colokan, tempat duduknya nyaman, suasananya nggak terlalu ramai, itulah surga saya saat menulis. 

Salah satu cafe kopi favorit saya, Maeta Coffee, di Bandung


Oh iya, saya juga pernah buka café alias warung kopi kecil-kecilan nun di daerah Majalengka sana. Saat itu, karena belum paham dunia kuliner (Cuma karena sangat hobi masak) dan belum mengerti berbisnis dengan baik dan benar, saya mengeluarkan banyak modal yang ternyata nggak tepat peruntukannya. Lebih kurang 40 juta yang saya yang saat itu di tahun 2010 saya pakai untuk modal membuka warung kopi kecil di sana. Pengunjungnya sih lumayan ramai. Omzetnya juga. Hanya saja, kemudian ada masalah intern di mana akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan usaha saya itu dan kembali ke Bandung. 40 juta pun melayang.

Sampai saat ini, keinginan untuk membuka kembali usaha yang sama masih kencang bertalutalu di dada, jiaaaah. Cita-cita saya, ingin membuka kedai kopi yang hommy, ada banyak buku bacaannya, ada mini stage di mana teman-teman musisi terutama musisi Bandung, bebas berekspresi di sana. Juga bisa dipakai untuk menjadi tempat nongkrong paling nyaman buat komunitas-komunitas yang ada. Free wifi dengan internetan super cepat, colokan di mana-mana, makanan dan minumannya jelas enak dan murah pastinya. Wuiih, itu mah bakal jadi tempat bermain saya tiap hari kalau sampai terwujud!

Hmm, Menggoda sekali, Ngopi Sambil Santai di Warung Kopi Bareng Para Sahabat


Tapi apa saja sih yang harus saya persiapkan supaya pengalaman di masa lalu di mana puluhan juta rupiah terbuang tanpa ada hasilnya tidak terjadi lagi? Bagaimana caranya supaya saya bisa mewujudkan mimpi saya itu dengan investasi yang modalnya kecil?

Berikut, saya mau berbagi tips berinvestasi modal kecil untuk membuka café atau warung kopi.

1.    Tempat yang Strategis

Posisi, menentukan prestasi. Begitu jargon yang biasa beredar di masyarakat. Begitu juga dengan warung kopi. Tempatnya tidak harus besar, yang penting strategis, nyaman, dan pastinya mudah diakses oleh siapa saja dari mana saja. Malah, terkadang tempat yang kecil justru bisa menghadirkan kehangatan dan suasana kekeluargaan.

2.    Tempat Duduk yang Nyaman
Ketika orang datang ke warung kopi, mereka bukan hanya ingin membeli kopi, meminum sampai habis dan kemudian pulang. Biasanya, mereka akan berlama-lama di sana, sambil mengobrol, diskusi, atau sekadar menghabiskan waktu duduk-duduk sambil mendengarkan musik yang easy listening. Jadi sediakanlah tempat duduk yang nyaman agar pengunjung betah berlama-lama di sana dan nantinya bisa makin banyak memesan bukan? Kalau saya, membayangkan nanti di warung kopi yang akan saya buka, tempat duduknya aka nada banyak variasi, selain ada sofa yang nyaman, juga ada lesehan yang dilengkapi bantal-bantal lucu berwarna warni yang empuk, juga ada tempat duduk yang bisa muat banyak orang .. hehe

3.    Barista dan Pelayan yang Ramah
Ingat, service adalah nomor satu. Tak jarang orang malas datang berkunjung ke satu tempat karena pelayanannya tidak ramah, jutek, tanpa basa basi. Terutama jika selera pelanggan diabaikan. Maka, carilah barista dan pelayan yang memang sikapnya ramah, terbuka, dan mau peduli serta memperhatikan orang lain. pilih barista yang benar-benar paham akan kopi sehingga mampu menyuguhkan informasi yang menarik seputar kopi sambil membuatkan pesanan pelanggan. Jasa dan kualitas, harus terus kita pegang.

4.    Alat Penggiling Kopi
Ada banyak jenis alat penggiling kopi unik yang bisa juga jadi nilai jual karena penampilannya akan menarik pelanggan. Juga cara barista menyiapkan kopi akan jadi satu atraksi yang menarik untuk dilihat.

5.    Snack/Makanan Teman Minum Kopi
Rasanya nggak seru ya kalau minum kopi tanpa ditemani camilan-camilan yang enak penggugah selera. Kita bisa menyediakan menu ringan seperti roti bakar, pisang goreng, kacang, sandwich atau beberapa makanan ringan lainnya, juga tak ada salahnya jika kita menyediakan beberapa menu makanan berat. Siapa tahu ada pengunjung yang sekalian ingin makanan berat.

Begitulah, sebagian tips yang bisa saya bagikan dari hasil membaca beberapa referensi. Kalau kamu berminat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang investasi modal kecil untuk warung kopi atau untuk bisnis lainnya, bisa intip di sini nih.




You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images